Cara Skrining BPJS Kesehatan 2026 Lewat HP Tanpa Ribet

Pemerintah terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat desa. Pada tahun 2026 ini, BPJS Kesehatan semakin gencar mengajak warga untuk melakukan deteksi dini terhadap risiko penyakit kronis. Salah satu langkah penting yang sering warga abaikan adalah Skrining Riwayat Kesehatan.

Banyak warga desa baru menyadari pentingnya hal ini ketika hendak berobat ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau Puskesmas. Terkadang, petugas medis meminta pasien untuk menunjukkan bukti sudah melakukan skrining sebelum mendapatkan pelayanan penuh. Oleh karena itu, memahami cara skrining BPJS Kesehatan 2026 sangatlah penting agar akses berobat warga tidak terhambat.

Pemerintah Desa melalui artikel ini ingin memberikan panduan praktis dan mudah. Tujuannya agar Bapak/Ibu sekalian bisa melakukan pengecekan kesehatan ini secara mandiri atau dengan bantuan perangkat desa, tanpa perlu bingung atau takut salah.

Mengapa Skrining Kesehatan Itu Penting?

Sebelum masuk ke teknis cara skrining BPJS Kesehatan 2026, masyarakat perlu memahami tujuan program ini. Skrining Riwayat Kesehatan bukanlah alat untuk mendiagnosa penyakit, melainkan metode untuk mengetahui potensi risiko penyakit kronis sedini mungkin.

Pemerintah fokus pada empat jenis penyakit besar yang sering menyerang warga tanpa gejala awal yang jelas, yaitu:

  1. Diabetes Melitus (Kencing Manis): Penyakit gula yang sering menyerang warga usia produktif maupun lansia.
  2. Hipertensi (Darah Tinggi): Penyebab utama stroke yang sering terjadi di desa.
  3. Ginjal Kronis: Akibat komplikasi dari penyakit lain yang tidak tertangani.
  4. Jantung Koroner: Penyakit yang memerlukan penanganan cepat dan serius.

Dengan mengetahui risiko sejak awal, dokter di Puskesmas bisa memberikan saran pencegahan. Warga pun bisa mengubah pola makan dan gaya hidup sebelum penyakit tersebut benar-benar menyerang dan membutuhkan biaya pengobatan yang besar.

Siapa yang Wajib Melakukan Skrining?

Program ini menyasar kelompok peserta JKN-KIS yang spesifik. Berikut adalah kriteria warga yang wajib atau sangat disarankan untuk mempraktikkan cara skrining BPJS Kesehatan 2026:

  1. Peserta BPJS Kesehatan Aktif: Baik peserta mandiri, pekerja penerima upah (PPU), maupun penerima bantuan iuran (PBI-JKN/KIS Gratis).
  2. Usia Minimal 15 Tahun: Setiap anggota keluarga yang sudah berusia 15 tahun ke atas wajib mengisi skrining ini satu kali setiap tahun.
  3. Belum Melakukan Skrining Tahun Ini: Jika pada tahun 2026 ini Anda belum mengisi formulir skrining, sistem akan mencatat Anda sebagai sasaran program.

Pilihan Metode Skrining yang Tersedia

BPJS Kesehatan menyediakan berbagai saluran untuk memudahkan warga desa. Anda bisa memilih cara yang paling mudah dan sesuai dengan ketersediaan alat.

1. Aplikasi Mobile JKN

Ini adalah cara paling praktis bagi warga yang memiliki HP Android atau iPhone.

2. Situs Web Resmi BPJS

Cocok bagi warga yang ingin mengakses melalui komputer di warnet atau komputer layanan di Balai Desa.

3. Chat Assistant JKN (CHIKA)

Layanan berbasis pesan WhatsApp yang sangat mudah digunakan tanpa perlu menginstal aplikasi berat.

4. Langsung di FKTP (Puskesmas/Klinik)

Bagi lansia atau warga yang tidak memiliki HP, petugas Puskesmas biasanya akan membantu proses skrining saat warga datang berkunjung.

Cara Skrining BPJS Kesehatan 2026

Berikut adalah panduan teknis yang bisa warga ikuti. Silakan pilih satu cara yang paling mudah menurut Anda.

Cara Skrining Lewat Aplikasi Mobile JKN (Paling Disarankan)

Metode ini paling cepat dan datanya langsung tersimpan di sistem.

  1. Buka Aplikasi: Buka aplikasi Mobile JKN di HP Anda. Pastikan Anda sudah login menggunakan NIK dan kata sandi.
  2. Pilih Menu Skrining: Di halaman utama, cari dan tekan menu yang bertuliskan “Skrining Riwayat Kesehatan”.
  3. Konfirmasi Data: Sistem akan menampilkan data diri Anda. Tekan tombol “Setuju” atau “Lanjut” untuk memulai.
  4. Jawab Pertanyaan: Jawablah serangkaian pertanyaan mengenai kebiasaan makan, aktivitas fisik, riwayat penyakit keluarga, dan keluhan kesehatan. Jawablah dengan jujur sesuai kondisi sebenarnya.
  5. Lihat Hasil: Setelah semua pertanyaan terjawab, tekan tombol “Simpan”. Hasil skrining akan langsung muncul (Risiko Rendah, Sedang, atau Tinggi).

Cara Skrining Lewat Website BPJS Kesehatan

Bagi Operator Desa yang membantu warga, cara ini sangat efektif.

  1. Kunjungi Website: Buka browser dan ketik alamat: webskrining.bpjs-kesehatan.go.id.
  2. Masukkan Nomor Kartu: Ketik nomor kartu BPJS Kesehatan (NOKA) pada kolom yang tersedia.
  3. Isi Data Lahir: Masukkan tanggal lahir peserta untuk verifikasi.
  4. Isi Captcha: Ketik kode keamanan yang muncul di layar.
  5. Mulai Skrining: Jawab seluruh pertanyaan kuesioner seperti pada aplikasi Mobile JKN.
  6. Cetak Hasil: Anda bisa mencetak hasil atau menyimpannya (screenshot) sebagai bukti sudah melakukan cara skrining BPJS Kesehatan 2026.

Cara Skrining Lewat Chat WhatsApp (CHIKA)

Cara ini sangat ramah kuota dan mudah.

  1. Simpan Nomor: Simpan nomor resmi BPJS Kesehatan 0811-8750-400 di kontak HP Anda.
  2. Kirim Pesan: Buka WhatsApp dan kirim pesan apa saja (misal: “Menu”) ke nomor tersebut.
  3. Pilih Menu: Balas dengan memilih angka yang menunjukkan opsi “Skrining Kesehatan”.
  4. Ikuti Instruksi: Bot akan mengirimkan tautan (link) formulir. Klik tautan tersebut dan isi pertanyaannya hingga selesai.

Membaca Hasil Skrining: Apa yang Harus Warga Lakukan?

Setelah warga sukses menerapkan cara skrining BPJS Kesehatan 2026, sistem akan mengeluarkan hasil dalam tiga kategori. Warga tidak perlu panik, namun harus paham tindak lanjutnya:

  • Risiko Rendah: Artinya pola hidup Anda sudah cukup baik. Pertahankan dengan rajin berolahraga, makan sayur, dan istirahat cukup. Sistem menyarankan Anda untuk tetap menjaga kesehatan dan melakukan skrining ulang tahun depan.
  • Risiko Sedang: Ada potensi penyakit yang mulai mengintai. Dokter biasanya menyarankan Anda untuk mulai mengurangi gula, garam, dan lemak, serta rutin berolahraga ringan.
  • Risiko Tinggi: Jangan takut. Ini justru peringatan agar Anda segera bertindak. Sistem akan menyarankan Anda untuk segera berkunjung ke FKTP (Puskesmas/Klinik tempat Anda terdaftar) untuk melakukan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut (cek gula darah, tensi, dll) secara gratis menggunakan BPJS.

Peran Pemerintah Desa dalam Mendampingi Warga

Pemerintah Desa berkomitmen untuk memastikan warga mendapatkan hak layanan kesehatan yang maksimal. Bagi warga lansia atau warga yang tidak memiliki gawai (gadget), jangan ragu untuk datang ke Kantor Desa.

Operator desa atau kader kesehatan desa siap membantu Anda mempraktikkan cara skrining BPJS Kesehatan 2026 menggunakan fasilitas komputer desa. Kami akan memandu pengisian data agar status kepesertaan Bapak/Ibu tetap memenuhi syarat administrasi kesehatan.

Selain itu, Kader Posyandu di setiap dusun juga akan melakukan jemput bola atau sosialisasi saat kegiatan Posyandu Lansia maupun Posbindu, guna memastikan seluruh warga usia produktif telah terdata kondisi kesehatannya.

Kesimpulan

Kesehatan adalah modal utama kita untuk bekerja dan beribadah. Mengetahui cara skrining BPJS Kesehatan 2026 bukan hanya soal menggugurkan kewajiban administrasi, tetapi bentuk kasih sayang kita terhadap diri sendiri dan keluarga.

Luangkan waktu 5 sampai 10 menit hari ini untuk mengisi skrining tersebut. Mencegah penyakit jauh lebih murah dan nyaman daripada mengobati. Mari kita wujudkan masyarakat desa yang sehat, kuat, dan produktif.

Tinggalkan komentar